Game Edukasi Mobile
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (mobile) membawa kehidupan masyarakat Indonesia menjadi setingkat lebih maju. Jarak antara dua saudara di dua kota berbeda bukan lagi jauh seperti kehidupan sebelumnya. Berita gembira ataupun duka tidak lagi berganti waktu untuk dapat didengar atau diceritakan. Perintah rapat, seminar, workshop, symposium tidak lagi menunggu ketik edit cetak posting seperti sebelumnya, karena tinggal ketik send jadi. Inilah fenomena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang mulai dirasakan oleh kalangan masyarakat Indonesia.
Kemajuan tersebut memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kemajuan teknologi lainnya, karena tidak memandang pejabat, teknokrat, akademisi, pegawai negeri, pegawai swasta, mahasiswa, pelajar, petani, nelayan, sopir, penjual gorengan bahkan sampai penjual angkringan (nasi kucing = Yogyakarta). Gambaran nyata : 1). Penjual warung angkringan di pojok Kampus UGM, hanya ketik send ketika nasi kucing mendekati habis sementara waktu masih siang dan selang beberapa menit datang seseorang mengantarkan pesanan. 2). Seorang siswa SD (Sekolah Dasar) hanya ketik send ketika hujan deras tiba-tiba mengguyur dan selang beberapa menit sang ayah datang menjemput.
Berdasarkan kenyataan di atas, kita harus tanggap untuk ikut serta memanfaatkan dan mengoptimalkan kemajuan tersebut dalam kaitannya dengan dunia pendidikan di Indonesia. Informasi SEAMOLEC melalui JENI (http://jeni.seamolec.org) yang salah satu programnya adalah mengembangkan kemampuan membuat game pendidikan via mobile, perlu ditangani secara serius dan berkesinambungan. Di samping langkah ini merupakan jemput bola terhadap kemajuan TIK akan tetapi juga dengan langkah ini dapat membuka lapangan kerja mandiri karena mudah dan dapat dikembangkan secara manual sesuai dengan keinginan pengguna (siswa/pelajar, mahasiswa dan pemerhati dunia pendidikan).
Oleh karena itu kita perlu mendukung dan berpartisipasi terhadap program SEAMOLEC tersebut dalam rangka mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi mobile game untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Jabat Erat